Peluang Usaha Bisnis Online Indonesia Terpercaya 2016
Peluang Usaha Bisnis Online Indonesia Terpercaya 2017
Peluang Bisnis Online Indonesia
Bisnis Online

Mengelola Bisnis Studio Foto Digital

Studio foto digital tidak mengidentifikasi rugi

sebagai salah satu dari bidang bisnis, bisnis studio foto digital semakin banyak digandrungi orang. apalagi di dalam bisnis ini terdapat anggapan, yakni tidak mengidentifikasi istilah rugi. sayangnya, banyak dari para pebisnisnya yg masih mengelola bisnis itu hanya apa adanya alias tidak profesional. makanya, tidak heran seandainya studio foto yg sebelumnya tumbuh subur bak jamur di musim hujan di periode hujan kini campak berguguran. kenapa ?
umumnya studio yg "tumbang" itu disebabkan si pemilik tidak mencintai pekerjaannya. penulis mempunyai sahabat yg bisnis studio fotonya belum lama ini tutup. beliau hanya bangga mempunyai bisnis itu, tetapi sesungguhnya tidak begitu, suatu studio foto yg baik dapat diketahui antara lain, dari segi pelayanan yg diberikan terhadap konsumen. memuaskan atau tidak ? sebab, kata john, dosen tamu tetap di institut seni indonesia (isi) ini, banyak studio foto digital yg masih memilih-milih pekerjaan. misalnya, tidak melayani cetak foto dari kamera handphone cuma alasan hasil cetakannya tidak berkualitas baik. padahal, mencetak foto dari handphone, untungnya lumayan bagi studio itu.
hal seperti itu semestinya tidak harus terjadi. apalagi, pada era technologi digital seperti dewasa ini, kompetisi antar studio foto sudah sangat ketat. tidak sama pada saat pada era kamera analog, yg kompetitornya pada saat itu masih sangat tidak banyak.
berdasarkan sang dosen, bisnis studio foto digital merupakan bisnis yg tentu untung. "jika tidak untung itu sudah sangat aneh. sebab pada era digital seperti kini ini kalau memotret sudah tidak pakai film lagi. kita hanya investasi kamera digital, kartu memori, & personal computer. jadi yg dijual di sini merupakan betul - betul jasa. jasa layanan tidak terdapat materi yg keluar.
materi terpakai pada saat terdapat order mencetak. begitu pula pada saat pemotretan, ingin ratusan shoot sekalipun tidak terdapat materi (film) yg dipakai di sana. hanya kamera yg digunakan beserta kartu memori yg dipinjam sebentar buat merekam gambar.
begitupun pada saat mencetak foto, sang pengelola studio foto hanya menyediakan kertas foto yg jumlahnya tergantung berapa banyak gambar yg bakal dicetak serta buat membayar gaji pegawai. selebihnya tak ada.
pada zaman kamera analog, pada saat pemotretan ingin mengetahui hasil dari suatu bidikan, wajib dicuci semua isi film, walaupun hanya sekian film saja yg terpakai.
sedangkan pada era digital hal seperti itu tentunya tidak bakal terjadi lagi. artinya, kita mencetak sinkron disertai yg kita inginkan saja. "jadi bila studio foto digital tidak untung, itu sangat aneh. tentunya salah urus, besar pengeluaran daripada pemasukan.

Tidak Efisien
sebagai pengelola persero percetakan mungkin tidak jarang mengerjakan order cetakan foto - foto wedding, tidak jarang menemui kebiasaan - kebiasaan yg sifatnya tidak efisien. misalnya, sebelum memotret, si fotografer lupa membersihkan sensor kamera dari noda - noda yg menempel.
hasilnya sesudah dicetak, image yg sudah direkam itu bakal timbul bintik - bintik. buat menghilangkan image tsb bakal ditusir satu per satu. padahal, problem seperti itu mestinya tidak bakal terjadi, apabila si fotografer terlebih dahulu membersihkan sensor kameranya terlebih dahulu.
ada baiknya pekerjaan memotret itu dilakukan secara terencana & hati-hati sehingga dapat efisiensi dalam tempo & biaya. anda mampu bayangkan seandainya yg dicetak 100 lembar, maka setidak tidak banyak 100 lembar pula yg wajib ditusir satu per satu. berapa tidak tidak banyak tempo yg tersingkir ? minimal mampu satu jam tempo yg dibutuhkan buat membersihkannya.
kemajuan fotografi digital sangat merugikan produsen film. kini produsen itu untungnya tidak sebesar pada saat pada zaman kamera analog. begitu pula pada produsen film lainnya, seperti fuji film, kodak & konica. nasibnya tentu bakal sama redup.
sebaliknya, yg diuntungkan merupakan konsumen. konsumen tidak wajib mencetak semua hasil bidikannya. konsumen mampu memilah - milah image yg terdapat di dalam kamera yg bakal dicetaknya, tidak terkecuali yg bakal dicetak itu hanya satu lembar saja, walau ia sudah memotret ratusan kali.
secara umum keberadaan kamera digital lebih menguntungkan konsumen dibanding produsen film. sebab pertumbuhannya begitu pesat, maka kesempatan ini tetap terdapat walaupun sempit. jumlahnya semakin mengecil. buktinya, anak-anak SD saja kini sudah mampu memotret melalui handphonenya,
sebagai satu dari peluang bisnis, studio foto digital masih mempunyai prospek yg baik pada masa depan, kecuali technologinya sudah kuno dengan kemunculan yg lebih canggih lagi. di sisi lain populasi kamera digital semakin membanjir.
saya tidak mampu menyebutkan angka tentunya, tetapi bisa memperkirakan produsen handphone nokia misalnya sudah melepas ratusan juta unit handphone berkamera ke pasar. jumlah tsb jelas sudah melebihi jumlah peredaran kamera yg ada, mulai dari pada saat ditemukannya kamera hingga kini ini. itu belum tergolong handphone berkamera merek lainnya.
dewasa ini fotografi digital sudah jadi segmen dari gaya pola hidup. kalau dahulu fotografi hanya sebagai satu segmen tersendiri, tetapi kini fotografi sudah jadi segmen dari pola hidup, sebab sudah terintegrasi ke dalam handphone. handphone merupakan alat komunikasi yg tidak mampu dilepaskan dari manusia di abad ini.
dalam kemajuannya handphone sudah jadi barang & jasa pola hidup & bukan lagi hanya sekadar kebutuhan semata.
kalau disebut kebutuhan barangkali anda beli handphone kalau sudah rusak, tetapi kalau kini individu mampu setiap saat ganti handphone. tiap tiap ganti model, handphonenya pula diganti. minimal setahun sekali.
sebagai gaya hidup modern handphone berkamera tergolong barang yg paling laris dijual di era kini ini. pada tempo ini individu boleh lapar, tetapi individu tidak mampu tidak berkomunikasi tanpa handphone. di sana individu tidak mampu tidak memotret. bukan berlebihan kalau dibilang fotografi sudah jadi segmen dari pola hidup.

Membuka Bisnis Studio

jika anda berminat memulai bisnis studio foto digital, terdapat sekian hal yg butuh dicermati. misalnya disertai kapital berapa anda ingin mendirikan studio foto ? bukan disertai kapital berapa mampu membuka studio foto ?
secara umum, studio yg hanya melayani kebutuhan warga, seperti di seputar kompleks perumahan, hanya dibutuhkan kapital dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta saja. di sana anda sudah mampu melayani beraneka kebutuhan, seperti pemotretan pas foto, foto ulang thn anak, foto selfi, dan sebagainya.
peralatan yg diperlukan dalam pengerjaan studio foto tergolong dalam kategori sederhana, antara lain lampu studio dua titik, satu buah kamera prosumer, satu unit personal computer sederhana, serta satu unit printer rona.
mengingat studio yg tergolong sedehana, maka di sinilah dituntut kreativitas yg tinggi dari si pengelola

Artikel Terkait : Mengelola Bisnis Studio Foto Digital

Popular Tags : bisnis studio foto, peluang bisnis studio photo, usaha studio foto


Peluang Bisnis Online Terpercaya Indonesia
Peluang Bisnis Online Terpercaya Indonesia
Peluang Bisnis Online Terpercaya Indonesia