Peluang Usaha Investasi Online Terpercaya
bisnisindonesian.com

Investasi Obligasi Alternatif Investasi Jangka panjang


Obligasi adalah surat berharga berupa sertifikat yang bertulis kontrak pengakuan hutang atas pinjaman dalam jangka waktu tertentu yang dikeluarkan perusahaan atau lembaga pemerintah sebagai pihak yang berhutang dengan nominal tertentu.
Secara sederhana, obligasi merupakan bukti utang suatu perusahaan terhadap pemegang obligasi. Dengan kata lain, bila Anda membeli obligasi suatu perusahaan, artinya Anda meminjamkan uang Anda kepada perusahaan tersebut.

 

investasi obligasi

 

Penghasilan dari Obligasi  Sebagai balas jasa atas pinjaman yang Anda berikan, Anda akan mendapatkan bunga tetap (coupon) dari uang yang Anda investasikan.
Bunga yang sifatnya tetap ini biasanya dibayarkan dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perjanjian saat pembelian obligasi. Tidak seperti pemegang saham preferen, emiten wajib membayar bunga obligasi walau sedang mengalami kerugian, sehingga Anda tidak perlu khawatir kalau-kalau bunga tidak akan dibayar (kecuali bila emiten dinyatakan bangkrut). Karena suku bunga obligasi sudah ditentukan dahulu sebelumnya, maka investasi obligasi digolongkan sebagai investasi harta tetap.

1. Kupon Yield

Jenis-jenis kupon saat ini sebetulnya cukup beragam. Ada
kupon yang nilainya ditentukan oleh suku bunga deposito, tapi suku bunga tetap adalah yang paling disukai investor.
Kupon yield ini didapat dari membagi besarnya kupon
dengan nilai pari. Bila nilai kupon yang dibayarkan emiten selalu tetap, maka nilai kupon tield (KY) juga tetap, karena nilai pari selalu tetap. Rumusnya adalah KY = Kupon (Rp)/ Nilai Pari X 100%
Misalnya, Anda memiliki obligasi yang nilai parinya Rp 5000 dan memberi kupon sebesar Rp 400. berarti KY obligasi Anda adalah 8 % ( Rp 400/ Rp 5000 X 100%).
Dari nilai kupon yield inilah Anda dapat membandingkan
investasi obligasi Anda dengan intrumen investasi tetap lain yang Anda miliki.

2. Current Yield

Kebalikan dari kupon yield, current yield (CY) nilainya
berubah-ubah. Current yield didapat dengan membagi nilai kupon dengan harga obligasi saat itu (harga pasar). Rumusnya CY = Kupon (Rp)/ Nilai pasar X 100 Current yield ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam membeli obligasi di pasar sekunder. Bila current yield (CY)

lebih besar dari kupon yield (KY), artinya nilai obligasi saat itu ada dibawah harga pari. Bila investor membeli obligasi saat itu, ia bias mendapatkan keuntungan. Pasalnya, pada saat jatuh tempo, obligasi tersebut dapat dijual pada harga pari sehingga investor akan mendapatkan capital gain
.
Coba kita ambil sebuah contoh kasus. Anda saat ini ingin
membeli obligasi PT. BUMI , tapi Anda ingin membandingkan dulu harganya. Ternyata obligasi PT BUMI memiliki nilai pari Rp 9000 dengan KY 10 % sedang CY nya saat itu mencapai 15%. Artinya harga obligasi saat itu Rp 6000 (10/15 X Rp 9000), lebih rendah Rp 3000 dari harga pari. Anda lalu membeli obligasi tersebut, lalu menjualnya dengan harga pari pada saat jatuh tempo. Nah, Anda mendapat capital gain sebesar Rp 3000.

Risiko Investasi Obligasi

Seperti halnya investasi lain, investasi obligasi pun tidak lepas dari risiko, yaitu : Risiko pergerakan suku bunga Kebalikan dari saham, nilai obligasi tidak ditentukan oleh kinerja emiten, melainkan dipengaruhi oleh suku bunga secara umun ataupun kebijakan pemerintah.
Bila suku bunga bergerak naik, nilai obligasi akan bergerak
turun, bila suku bunga turun, maka nilai obligasi akan bergerak naik. Mengapa? Karena saat suku bunga naik, masyarakat akan lebih tertarik menanamkan uang mereka di deposito yang jauh lebih aman. Akibatnya, obligasi kurang diminati dan harganya turun. Sebaliknya, bila suku bunga turun, orang akan lebih suka menginvestasikan uangnya pada obligasi, sehingga harga obligasi akan naik. Hal ini sesuai dengan hokum permintaan dan penawaran. Karena itu, bila Anda tertarik untuk pada investasi obligasi, Anda harus lebih peka terhadap perubahan situasi ekonomi makro.

- Risiko ketidakmampuan emiten membayar bunga obligasi
Ada kalanya emiten tidak sanggup membayar bunga obligasi, yang wajib dibayarkan pada investor. Pada kasus seperti ini, emiten dapat dituntut dan dinyatakan bangkrut. Untuk mengghindari risiko ini, sangat penting untuk memperhatikan rating obligasi.

Istilah yang sering digunakan
Zero coupon bonds : obligasi yang bunganya dibayarkan seluruhnya saat jatuh tempo
Coupon bonds : bunga pada obligasi ini diberikan secara periodik, sesuai ketentuan.
Fixed coupon bonds : yaitu obligasi yang bunganya dibayarkan secara periodik, dan jumlahnya telah ditetapkan sebelum oblligasi tersebut diperdagangkan.
Floating coupon bonds : obligasi yang bunganya ditentukan
sebelum jangka waktu pembayaran kupon, sesuai dengan tingkat bunga saat itu.
Obligasi dengan jaminan (secured bond) : yaitu obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu, sehingga bila perusahaan dilikuidasi, pemegang obligasi akan mendapat pembayaran dari penjualan jaminan.
Obligasi tanpa jaminan (unsecured bond) : obligasi yang tidak dijamin dengan harta emitan. Perlu diperhatikan, secured bond belum tentu lebih terjamin (risiko lebih kecil) dari pada unsecured bond. Hal ini sangat bergantung pada perusahaan penerbit obligasi tersebut. Unsecured bond yang diterbitkan perusahaan yang terpercaya dan bonafit tentunya lebih kecil risikonya daripada secured bond perusahaan kecil.
Obligasi senior : obligasi yang mendapat prioritas pembayaran penuh bila perusahaan dilikuidasi. Subordinated bond : bila obligasi senior mendapatkan prioritas atas seluruh harta mereka, maka subordinated bond hanya berhak mendapatkan sebagian pengganti.
Bunga : pemegang obligasi umumnya mendapat penghasilan tetap dari investasi obligasi, yang sering juga disebut kupon (coupon)
Nilai pari (face value) : nilai obligasi yang menjadi dasar
penentuan suku bunga.
Jatuh tempo : tanggal dimana emiten harus membayar kembali uang investor yang telah ditanamkan dalam obligasi.
Redemption : pengembalian obligasi dari investor kepada
perusahaan, baik sudah jatuh tempo atau belum.
Retirement : penggudangan terhadap obligasi sehingga emiten tidak dapat lagi mengeluarkan obligasi tersebut.
Sinking fund : yaitu pembayaran nilai obligasi secara bertahap sebelum jatuh tempo.
Callibility : pembelian kembali obligasi oleh perusahaan

Obligasi tersebut diterbitkan oleh berbagai perusahaan, mulai dari blue-chip untuk perusahaan manufaktur. Biasanya obligasi membayar lebih dari obligasi pemerintah, dan dapat menjadi pilihan yang baik jika Anda ingin berinvestasi untuk jangka pendek. Penerbitnya Jenis Obligasi :

Obligasi Pemerintah

Yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Risikonya jauh lebih kecil karena terjamin, tapi kupon (penghasilan) yang diberikan pun kecil. Sesuai dengan hukum investasi, makin besar risiko, makin besar potensi keuntungan yang diberikan. Contoh oblihasi pemerintah misalnya SUN (Surat Utang Negara)

Obligasi Perusahaan

Sesuai namanya, obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan swasta. Daya tarik obligasi ini adalah penawaran bunga yang tinggi. Sebelum anda membeli obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun perusahaan, telitilah dulu persyaratan dan jaminan secara seksama. Perhitungkan pula potensi pendapatan dimasa yang akan datang dan risikonya.
Ingat juga, bila Anda ingin berinvestasi obligasi, latihlah kepekaan akan perubahan situasi ekonomi (kebijakan APBN, ekspor impor, dan sebagainya), guna mendapatkan keuntungan maksimal.

Tag : investasi, obligasi, investasi obligasi