Peluang Usaha Investasi Online Terpercaya
bisnisindonesian.com

Investasi Reksadana Semakin Diminati Banyak Kalangan


Reksadana adalah sebuah bentuk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat (pemodal), dana ini kemudian dikelola dan diinvestasikan dalam portofolio efek oleh sebuah perusahaan manajemen investasi (sering juga disebut Manager Investasi).

Istilah-Istilah dalam Reksadana

Unit Penyertaan : Tanda bukti kepemilikan satuan
reksadana tertentu
Nilai Aktiva Bersih (NAB) : Harga satu unit penyertaan reksadana, yang merupakan hasil bagi nilai total investasi (aktiva dikurangi kewajiban) dibagi dengan jumlah sertifikat yang diterbitkan.

Apa keuntungan Investasi Reksadana ?

Modal investasi kecil, Reksadana mempunyai batasan minimal untuk setiap penanaman modal, tapi nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan banyaknya jenis portofolio yang ada dalam reksadana. Bahkan dengan Rp 500.000 pun Anda sudah bisa ikut membeli Reksadana, tentunya tergantung perusahaan dan jenis Reksadana yang Anda pilih. Prosesnya cukup mudah Setelah memutuskan jenis reksadana yang sesuai, cukup hubungi perusahaan manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut.
Nasabah akan diminta mengisi formulir aplikasi pembelian dan mengembalikannya bersama dengan bukti pembayaran atau bias juga melalui transfer bank. Kepemilikan Reksadana akan efektif  setelah persyaratan telah terpenuhi dan disetujui oleh Manager Investasi.

Menghemat Waktu dan Tenaga

Dana Anda akan dikelola oleh Manager Investasi professional. Anda tidak perlu mengevaluasi investasi Anda tiap hari, cukup menerima laporan dalam kurun waktu yang ditentukan. Hal ini sangat menghemat waktu dan tenaga. Jug amerupakan kemudahan bagi
mereka yang masih pemula dalam investasi.

Bebas pajak

Keuntungan serta hasil penjualan kembali Reksadana tidak termasuk obyek pajak. Berbeda dengan deposito, tabungan atau checking account pada umumnya, dimana perolehan bunga dikenakan pajak sampai 20%.

Likuiditas tinggi

Reksadana tidak menerapkan penalty, berbeda dengan deposito yang mengenakan penalti bila ditarik sebelum jatuh tempo. Nasabah dapat membeli dan menjual Reksadana kapanpun pada Hari Bursa.

Diversifikasi (penyebaran)

dana investasi Dana yang Anda setorkan diinvestasikan pada surat berharga dari beberapa perusahaan. Apabila nilai investasi salah satu perusahaan turun, Anda masih bisa berharap terhadap saham perusahaan lain.

Bunga berbunga (compound interest)

Hasil investasi dari dana Anda akan di investasikan lagi kembali, sehingga ada efek ‘bunga berbunga’.

Dana tetap aman walau perusahaan bangkrut

Menurut peraturan, harta Reksadana harus disimpan dalam sebuah tempat terpisah, yang disebut Bank Kustodian (lembaga atau badan yang memiliki izin dari BAPEPAM Badan Pembina dan Pengawas Pasar Modal) untuk menyimpan harta dari suatu aset reksadana.
Sehingga apabila Perusahaan Reksadana bangkrut, maka harta Reksadana yang ditanamkan oleh nasabah tetap aman.

investasi reksadana

Risiko Investasi Reksadana

Kinerja reksadana sangat bergantung pada keadaan ekonomi, jadi investasi reksadana bukan berarti tanpa risiko.

Risiko turunnya nilai investasi (NAB)

Investasi di Reksadana tidak dijamin memberikan laba. Naik turunnya nilai investasi tergantung isi portofolio Reksadana, bila nilai saham/obligasi dalam portofolio rata-rata naik, NAB juga akan naik dan nasabah akan menikmati keuntungan. Begitupun sebaliknya, bila saham/obligasi dalam portofolio turun harganya maka nasabah mengalami kerugian.
Risiko likuiditas saat penarikan dana pemodal
Risiko likuiditas terjadi bila nasabah Manager Investasi menarik sejumlah besar dana pada hari dan waktu yang sama. Bila para nasabah bersama-sama menarik dananya saat dana tersebut masih diinvestasikan dalam saham/obligasi, maka Manajer Investasi harus menjual saham/obligasi tersebut untuk dibayarkan kepada pemodal.
Penjualan saham/obligasi dalam jumlah besar ini berpotensi
menurunkan harga saham/obligasi yang juga menurunkan
Reksadana.
Risiko Pasar, yaitu situasi dimana menurunnya kinerja pasar modal secara drastic (bearish) sehingga harga instrument investasi ikut menurun. Menurunnya harga instrument investasi akan mempengaruhi nilai NAB reksadana.
Risiko Default, Bila penerbit obligasi mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar kupon bunga atau nilai pokok hutang, akibatnya Reksadana tidak menerima penghasilan yang semestinya didapat.
Risiko Politik dan Ekonomi
Pasar modal Indonesia sangat mudah dipengaruhi iklim politik dan ekonomi, baik nasional maupun internasional, perubahan dalam pasar modal ini tentunya akan berpengaruh pada nilai reksadana,
Risiko berkaitan dengan peraturan
Peraturan Bapepam terhadap Reksadana cukup ketat. Sedikit saja perubahan peraturan, terutama yang menyangkut pajak dan pasar modal, bisa saja menurunkan nilai investasi Reksadana.

 

Penggolongan Reksadana

Di Indonesia dikenal dua jenis Reksadana
1. Reksadana terbuka
Reksadana di mana Nasabah (investor) bisa menjual kembali Unit Penyertaan (UP) pada perusahaan penerbitnya. Reksadana ini hanya diperjualbelikan melalui manajer investasi, dan tidak diperdagangkan di bursa.
2. Reksadana tertutup
Reksadana Tertutup adalah kebalikan dari yang Reksadana terbuka. Nasabah hanya bisa menjual UP yang dimiliki kepada investor yang lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa. Reksadana tertutup dibentuk dengan mendirikan Perseroan Terbatas,
investornya sama seperti pemegang saham secara umum.

Jenis Reksadana berdasarkas sasaran investasi

Tipe produk reksadana memiliki portofolio investasi yang berbeda, menurut sifat investasinya, reksadana dapat digolongkan jadi 3:
Growth Fund (sasaran pertumbuhan)
Reksadana pertumbuhan lebih bertujuan untuk mendapatkan hasil yang besar dalam jangka panjang
Stable Fund (sasaran pendapatan) Tujuan utama investasi reksadana ini adalah untuk mendapatkan penghasilan yang stabil, misalnya investasi pada obligasi.
Safety Fund
Jenis reksadana ini lebih mengutamakan keamanan dan keutuhan dana. Misalnya, reksadana pasar uang. Jenis Reksadana berdasarkan Instrumen Investasi Produk reksadana sangat bervariasi dengan nama bermacam - macam, tergantung perusahaan manajemen mana yang Anda pilih.

 

Secara garis besar, menurut jenis investasi Reksadana dapat digolongkan jadi 4 :

- Reksadana Saham
- Reksadana Pendapatan Tetap
- Reksadana Campuran
- Reksadana Pasar Uang

1. Reksadana Saham (Equity Fund)
Pada Reksadana ini, manajer investasi reksadana menanamkan mayoritas uang nasabahnya pada saham-saham yang dicatatkan dibursa, yang mewakili kepemilikan didalam perusahaan. Dinilai dari potensinya,
Reksadana Saham dianggap bisa memberikan laba paling besar, karena harga saham cenderung naik dan turun didalam jangka pendek. Saat naik, nilainya bisa tinggi sekali, tapi penurunannya juga bisa besar sekali. Jenis Reksadana ini memiliki potensi untung yang besar, tapi ruginya juga tidak kalah hebat, karena itu Reksadana Saham lebih cocok untuk Anda yang ingin mendapat hasil investasi lebih banyak dengan berani mengambil risiko lebih tinggi. Ide dibelakang reksadana saham memang harga saham yang berfluktuasi dalam waktu singkat. Namun Reksadana Saham dapat memberikankan keuntungan yang lebih besar bila diinvestasikan dalam jangka panjang, dibandingkan dengan Reksadana Pendapatan Tetap. Investasi Reksadana Saham dalam jangka panjang memiliki kemungkinan untuk memberikan hasil lebih besar daripada Reksadana Pasar Uang atau Reksadana Campuran, khususnya jika Anda memperhitungkan tingkat inflasi dari tahun ke tahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Pada produk Reksadana ini dana kebanyakan iinvestasikan ke dalam surat berharga yang memberikan pendapatan tetap, yaitu obligasi (surat hutang) yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan dan dijual kepada masyarakat.
Potensi keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap tidak sebesar seperti pada Reksadana Saham. Namun demikian, risiko kerugiannya (akibat fluktuasi saham) pun relatif lebih kecil. Reksadana Pendapatan Tetap lebih cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka pendek atau yang tidak ingin mengambil risiko kehilangan sebagian nilai investasinya. Namun keuntungan yang didapat tidak besar apabila mempertimbangkan tingkat inflasi pertahun.

3. Reksadana Campuran (Balance Fund)
Sesuai namanya, pada Reksadana Campuran merupakan
campuran Antara Fixed Income Fund dengan Equity Fund. Pada reksadana ini, Manager Investasi reksadana menginvestasikan uang nasabah pada saham dan obligasi, biasanya dengan perbandingan yang sama rata. Karena Reksadana ini adalah campuran saham dan obligasi, risikonya pun diantara Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham.
Dengan kata lain, risikonya tingkat menegah. Cocok untuk yang menginginkan pendapatan tetap, tapi juga menginginkan peluang keuntungan yang besar dari saham.

4. Reksadana Pasar Uang
Dana nasabah diinvestasikan pada produk-produk Pasar Uang berjangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun) seperti Deposito Berjangka, SBI, Obligasi Jangka Pendek dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU).

Keuntungan Reksadana Pasar Uang :
1. keamanan yang terjamin
2. instrument investasi sangat likuid
3. cocok untuk investor pemula
4. bersifat seperti tabungan

Kelemahan reksadana ini adalah potensi keuntungan yang kecil, tingkat pengembalian (return) biasanya hanya 1-2% diatas deposito.

Biaya-biaya dalam Reksadana

Pada dasarnya ada tiga macam biaya dalam reksadana:

Biaya manajemen tahunan
Adalah biaya yang digunakan untuk mengelola reksadana. Biaya ini tidak dibayarkan secara langsung, melainkan sudah diperhitungkan kedalam nilai reksadana tersebut (ditanggung reksadana). Biaya manajemen bervariasi, tergantung jenis Reksadana yang dipilih. Biasanya berkisar 1-3% dari nilai yang ditanam. Untuk Reksadana Pasar Uang misalnya, biasanya tidak lebih dari 1% per tahun,
sedangkan untuk Reksadana Saham bisa mencapai 2.5% per tahun.

Biaya penempatan/pembelian (subscription fee)
Merupakan biaya yang harus dibayar dimuka (ditanggung pemegang UP). Besar biaya tersebut berkisar antara 0% s/d 6% tergantung jenis dan penempatan dari masing masing reksadana.

Biaya penarikan (Redemption fee)
Yaitu biaya yang dibebankan sewaktu anda menjual atau mencairkan investasi Anda (ditanggung pemegang UP). Hanya beberapa perusahaan reksadana memberlakukan biaya ini.

 

Bagaimana Memilih Jenis Investasi Reksadana yang Tepat?

Coba ajukan beberapa pertanyaan pada diri Anda sendiri, ambil kertas, dan coba jawab pertanyaan dibawah ini.
- Apa tujuan dana hasil investasi reksadana tersebut?
- Apa untuk dana pensiun? Atau biaya kuliah anak Anda? Atau Anda ingin membeli rumah. Ingat, Anda harus punya tujuan investasi reksadana yang jelas dan spesifik. Tentukan jumlah uang yang Anda perlukan.
- Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai dana yang Anda inginkan?
- Apakah investasi tersebut untuk tujuan jangka pendek atau
panjang? Jika tujuannya jangka pendek (misalnya dalam waktu kurang dari 1 tahun), pilihan yang paling tepat adalah reksadana pasar uang atau obligasi. Jika tujuannya jangka panjang, sebaiknya memilih Reksadana yang mempunyai potensi pertumbuhan jangka panjang seperti Reksadana Saham, tidak perlu terlalu menghiraukan fluktuasi saham dalam jangka pendek.

Sebesar apa risiko yang dapat Anda tolelir?

Apakah Anda ‘tahan banting’ atau sebaliknya,
sepot jantung kalau melihat nilai investasi reksadana Anda tiba-tiba turun drastis? Bila Anda menyukai yang aman dan pasti, mempertimbangkan reksadana dengan risiko rendah. Begitu pula sebaliknya, bila Anda tidak takut risiko, Anda dapat memilih jenis reksadana yang mampu memberikan hasil yang lebih tinggi seperti reksadana saham.

Berikut poin-poin yang harus Anda perhatikan sebelum membeli jenis reksadana tertentu

- Instrumen Investasi dan bobot masing-masing (saham / obligasi /
instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya)
- Kinerja reksadana tersebut di masa lalu Pandangan ke depan manajer investasi tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio. Hal ini akan menentukan strategi investasi Manager, yang akhirnya akan memperngaruhi nilai NAB. Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks)
- Biaya transaksi yang meliputi biaya manajemen tahunan, biaya penempatan/pembelian dan biaya penarikan.

 

Apa Pertimbangan Memilih Perusahaan Managemen Investasi?

Kualitas Manager Investasi akan sangat menentukan tingkat pertumbuhan investasi Anda.
Berikut beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih perusahaan tertentu :
- Kualitas kompetensi dan profesionalisme Manager Investasi
- Kemampuan strategi investasi (jangka panjang maupun pendek).
- Biaya yang dikenakan pada nasabah
- Strategi pemilihan jenis aset
- Kemampuan memprediksi dan memanfaatkan momentum investasi

Ingat, carilah informasi berbagai perusahaan Manager Investasi sebanyak mungkin sebelum Anda menanamkan modal. Bandingkan kinerja tiap perusahaan, baca pula prospektus yang ditawarkan tiap Manager Investasi reksadana tersebut. Urutkan Manager-Manager Investasi tersebut dari yang kinerjanya paling baik. Ini akan membantu Anda
memilih perusahaan yang berkualitas.

Tag : investasi, reksadana, danareksa, investasi reksadana